Antioksidan adalah senyawa yang mampu menunda, memperlambat atau menghambat reaksi oksidai pada makanan maupun obat dimana senyawa-senyawa tersebuh mudah teroksidasi sehingga sel-sel lain terhindar dari radikal bebas.
Antioksidan adalah substansi yang menetralkan radikal bebas karena senyawa-senyawa tersebut mengorbankan dirinya aga teroksidasi sehingga sel-sel yang lainnya dapat terhindar dari radikal bebas ataupun melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif jika hal itu berkenaan dengan penyakit dimana radikal bebas itu sendiri dapat berasal dari hasil metabolisme tubuh ataupun faktor eksternal lainnya.
![]() |
| Pic by (aks-jansen.com) |
Mekanisme antioksidan dalam menghambat oksidasi
Antioksidan dapat menghambat atau memperlambat oksidasi melalui dua cara yaitu :
1. Melalui penangkapan radikal bebas (free radical scavening). Antioksidan jenis ini disebut sebagai antioksidan primer. Termasuk dalam jenis ini adalah vitamin E(a-tokoferol) dan flavonoid
2. Tanpa melibatkan penangkapan radikal bebas. Antioksidan ini disebut dengan antioksidan sekunder yang mekanisme pengikatannya melalui pengikatan logam, menangkap oksigen; mengubah hidroperoksida menjadi spesies non radikal, menyerap sinar ultraviolet dan mendeaktivasi oksigen singlet.
Manfaat dan fungsi antioksidan
Antioksidan merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh yang secara umum dapat menghambat oksidasi lemak. Dalam tubuh manusia terdapat radikal bebas, sebagai sampingan dari proses pembentukan energi. Pada jumlah tertentu, radikal bebas dibutuhkan agar dapat membantu sel darah putih atau lekosit untuk menghancurkan atau memakan kuman yang masuk ke dalam tubuh.
![]() |
| Pic by (alfian-herbal.com) |
Namun jika kondisi radikal bebas dalam tubuh terlalu banyak maka radikal bebas akan bersifat merusak tubuh. Meningkatnya radikal bebas yang berlebihan ini akan berakibat penuaan dini, kareana dapat merusak senyawa lemak yang dapat menghilangkan elastistia kekencangan kulit sehingga mengakibatkan keriput.
Selain mencegah penuaan dini, antioksidan juga disinyalir mampu mencegah tumbuhnya sel kanker payudara pada wanita. Antioksidan seperti flavonoida, glikosida dan polifenol juga mampu mencegah penyakit Alzaimer (penyakit pikun pada manula) dan kardiovaskulas (penyakit jantung dan pembuluh darah).
Ada dua cara dalam mendapatkan antioksidan, yaitu :
1. Dari luar tubuh (eksogen) dengan cara melalui makanan dan minuman yang mengandung vitamin C, E atau betakaroten
2. Dari dalam tubuh (endogen), yakni dengan enzim superoksida dismutase (SOD), glutation peroksidase (GSH Px). perxidasi dan katalase yang diproduksi oleh tubuh sebagai antioksidan.
Berdasarkan penelitian, mengonsumsi antioksidan secara berlebihan (dari makanan maupun suplemen) dapat meningkatkan resiko kerusakan hati. Intinya bahwa kelebihan antioksidan juga akan berakibat tidak baik bagi kesehatan.
Dari sini, dilihat lagi senyawa - senyawa yang gampang teroksidasi khususnya vitamin adalah vitamin C, lalu vitamin E. Dan dari isi mineral, yang berguna untuk antioksidan seperti Zincum/Seng (Zn), Selenium (Se). Dan terakhir yang dari golongan metabolit sekunder tumbuhan yaitu senyawa erpen yaitu karoten yang ditandai dengan ciri khas sebagai pigmen berwarna orange. Dan yang biasa dikenal adalah jenis beta-karoten.


0 Response to "Antioksidan itu Penting, Pengertian Antioksidan"
Posting Komentar